Sejak berdiri sebagai daerah otonom di Kalbar tahun 1999 lalu, Kabupaten Landak mengalami berbagai persoalan yakni infrastruktur perkantoran pemerintah, sarana dan prasarana transportasi/ perhubungan, keterbatasan kualitas sumber daya manusia, keterbatasan sumberdaya ekonomi masyarakat dan lingkungan hidup. kelima persoalan utama ini yang harus dibenahi dan di bangun pada tahun 2001-2006. Sebagai "bekas" daerah yang maha luas ketika puluhan tahun sebagai bagian Kabupaten Pontianak, pembangunan infrastruktur selama pemerintahan orde baru belum menyentuh daerah ini. Jalan raya yang bisa dilalui kendaraan roda empat dan roda enam sebagai sarana transportasi utama mayoritas desa belum terbangun signifikan. banyak desa yang belum menembus ibukota kecamatan ke ibukota kabupaten. kondisi ini sangat berpengaruh pada mobilitas ekonomi masyarakat pedesaan. Oleh Bupati Landak definitif pertama, Drs. Cornelis. MH, pembangunan infrastruktur jalan diprioritaskan, yang kemudian dilanjutkan secara massif oleh Bupati Landak kedua, DR.Drs. Adrianus Asia Sidot, M.Si. dimasa kepemimpinan Adrianus sejak 2008, jalan-jalan desa sudah menembus ibukota kabupaten. sebuah prestasi yang patut dibanggakan.
"Dengan keterbatasan dana, pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan tetap menjadi prioritas saya selama saya jadi Bupati Landak". ujarnya. Dilanjutkan mantan Wakil Bupati tersingkat di Kalbar ini, dengan terbangunnya jalan dan jembatan dikawasan pedesaan, akan merangsang pertumbuhan ekonomi setempat hingga berpengaruh langsung pada kesejahteraan. "jalan dan jembatan sangat penting sebagai pondasi peningkatan kesejahteraan rakyat" katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Ditempat terpisah, Bupati Landak yang di kenal low profile ini menjelaskan Kabupaten Landak juga mengalami kendala soal tenaga sumber daya manusia. Diakuinya, hingga kini, banyak formasi distruktural Pemkab Landak yang masih kosong. " formasi itu tidak bisa di isi sembarangan, semua mengacu pada mekanisme pemerintahan berdasarkan aturan perundang-undangan yang lebih tinggi" katanya. Menurutnya, wajar saja Kabupaten Landak mengalami kekurangan tenaga sumber daya manusia dipemerintahan, karena puluhan tahun tidak banyak orang lokal (Landak) yang berpendidikan khusus dipemerintahan (STDP/APDN) "hingga hari ini, sangat sulit bagi orang Landak tembus ke STPDN di Jawa pasca penutupan APDN Pontianak. Bisa dihitung dengan jari jumlah orangnya. Karena itu ia mengakui, sangat sulit mengisi formasi dipemerintahan yang sesuai dengan pendidikan khusus ini.
selain kesulitan mengisi formasi pejabat struktural, Bupati Landak yang menyukai menginap dikampung-kampung setiap akhir minggu ini mengatakan, Kabupaten Landak juga mengalami kekurangan sumber tenaga manusia di berbagai bidang kehidupan yang berhubungan langsung dengan tenaga teknis diberbagai instansi pemerintahan dan swasta.
"Tidak banyak lulusan orang Landak yang berasal dari pendidikan teknis, misalnya teknik pertambangan, teknik industri, teknik kimia, dan lain-lain. Hampis semua lulusan orang Landak dipendidikan umum dan keguruan. Ini tentunya menyulitkan dalam pengisian formasi tenaga teknis diinstansi pemerintahan dan perusahaan (investor) yang masuk di Kabupaten Landak". ujarnya.
Untuk mengisi berbagai formasi ini, kebijakan yang diambil terpaksa menganut pepatah Dayak, "tidak ada rotan, akarpun jadi". ini tentunya sebagai bentuk kaderisasi orang Landak kedepan, sambil mempersiapkan tenaga sumber daya manusia. Salah satu program kebijakan Pemkab Landak misalnya, dengan mengirim putra-putri Landak ke Jawa untuk sekolah tinggi melalui beasiswa Pemkab Landak.
"Sejak digulirkannya program ini tahun 2005 lalu, hingga kini, sudah hampir 1000-an putra-putri Landak yang bersekolah di Jawa dengan bantuan beasiswa Pemkab Landak. Milyaran rupiah digelontorkan Pemkab untuk membiayai mereka ini setiap tahunnya, " kata Bupati.
Meski dihadang dengan beragam isu tak sedap dalam penerimaan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa Pemkab ini, program ini layak di apresiasi secara positif dan dilanjutkan untuk mempersiapkan Kabupaten Landak sebagai kabupaten terbaik di Kalbar dalam pengembangan sumberdaya manusia. Kabupaten Landak, misalnya tercatat sebagai satu-satunya Kabupaten di Kalbar yang mampu dan mau menyekolahkan generasi muda secara gratais di berbagai daerah di pulau Jawa dalam kurun waktu 2005- sampai sekarang ini.
"ini menurut saya program yang sangat baik, sebagai persiapan diri masyarakat landak dalam menghadapi tantangan global kedepan. oleh karena itu, segera perkuat kawal dan lanjutkan program ini untuk masa depan Landak" ujar Pendeta Syahbudin, seorang pendeta di Jakarta asal Senakin ini. (dikutip dari tabloid simpado - red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar